Minggu, 31 Agustus 2025

Tutur Kata Membawa Bencana

    Hasrat ingin menyampaikan sesuatu yang meluap dalam diri manusia sering kali disampaikan tanpa mengolah kosa kata. Ini lah yang terjadi di negara kita saat ini, amarah, murka, dendam, ketidak terimaan, menuntut keadilan menjadi sorotan pada peristiwa yang sedang terjadi.


    Memperjuangkan hak asasi manusia, memperjuangkan asosiasi kemasyarakatan, memperjuangkan keadilan sosial dan masyarakat, memperjuangkan masyarakat kecil, itu yang mereka perjuangkan saat ini.
  
     Amarah, emosi, yang meluap menuntut keadilan, bukan semata-mata hanya ingin menunjukan bahwasanya mereka hanya bisa diam, melainkan mereka hanya ingin memperjuangkan apa yang seharusnya rakyat dapatkan. 
      
       Berawal dari hal yang kecil menjadi besar, itulah ucapan atau perkataan yang sederhana hingga menjadi konflik yang luar biasa. Seperti pepatah mengatakan " Lidahmu lebih tajam daripada silent ". Itu memang benar adanya, perkataan yang kurang pas akan menjadi perkara atau pemicu konflik. Oleh sebab itu hendaklah kita mengolah kata atau bertutur kata dengan lemah lembut sehingga tidak menimbulkan berbagai konflik dalam kehidupan manusia. Seperti halnya Rasullullah yang selalu menjaga perkataan perbuatan.

       Pentingnya berkata baik atau diam demi keselamatan dunia akhirat, seperti sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim: "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam". (HR. Bukhari dan Muslim).

       Dalam hadis tersebut menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

                                   سلامة الإنسان في حفظ اللسان

Artinya:
"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (HR. Bukhari).

     Dapat disimpulkan bahwa menjaga lisan penting untuk dilakukan demi menjaga keselamatan dari seluruh umat manusia.

Wisata Purbalingga

PANORAMA

Lihat, Rasakan, dan Tinggalkan     Indah namun sekejap Tat kala mentari terbit dari ufuk Timur, itulah keindahan alam yang Takan...